Senin, 16 Maret 2009

Mimpi atau Angan-angan ?



Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukan dunia....



Wuaaaahh... kalo gitu , kalo kita mau keliling dunia , tinggal tidur aja kali ya.... Itu kan kuncinya ? Ya, masuk akal juga kan . Namanya juga mimpi, kembang tidur. Cuma hiasan dan adanya di alam bawah sadar kita. Apa-apa yang kita kerjakan pada siang harinya, misalnya karena baca novel Edensor jadi pengen minjem pintu ajaibnya Doraemon biar tinggal buka pintu, eh.. dah nyampe Inggris deh. Nah, saking kepikiran banget pe,ngen ke Edensor, malamnya jadi mimpi keliling dunia. Tapi , menurut pengalaman , kalo di mimpi mau pergi ke luar negeri , biasanya cuma sampai bandara atau pelabuhannya aja atau mungkin sampai keluar pintu pagar rumah (udah pamitan +bawa koper) , udah gitu kitanya keburu bangun deh. KE-CE-WA !!

Kalo udah gitu, rasanya gak terimaaaaaa banget. Padahal sedikit lagi, nyaris sampai ke luar negeri.

Tapi, kalo kita mimpinya kejauhan , ntar ruhnya gak bisa balik lagi ,gimana ?

Jawabannya, gak bisa bangun lagi.

Ahh, ngomongin masalah mimpi yang itu malah bikin ngantuk. Sebenarnya yang mau aku bahas itu mimpi yang dibawah ini.

Mimpi bisa juga disamakan dengan obsesi. Bukan acara infotaiment lho.

Kalo dilihat di kamus istilah, obsesi itu adalah pikiran yang mengganggu ketenangan jiwa. Entahlah apa maksudnya, aku juga gak ngerti...

Tapi, hematku , obsesi itu terjadi karena ada sesuatu yang sangat ingin dan harus kita capai. Jadi, mimpi atau obsesi itu adalah awal dari upaya pemenuhan kebutuhan atau keinginan kita yang sifatnya naluriah. Semua orang pasti punya mimpi/harapan/cita-cita/obsesi masing-masing. Contohnya, banyak.

Mimpi itu bisa juga sebagai sebuah perencanaan. Kita analogikan dengan seorang pelari atau pembalap , sebelum mereka bertanding di jalurnya masing-masing, mereka harus tahu dimana tempat mereka harus berhenti, setelah itu baru mereka memikirkan arena atau jalan yang harus mereka lewati dan cara-cara untuk menguasai atau menaklukan rintangan yang mungkin akan mereka hadapi selama perjalanan. Itu dilakukan tentu agar mereka bisa menang.

Dalam agama mimpi diartikan sebagai angan-angan panjang. Angan-angan panjang yang kosong , maksudnya kita memikirkan sesuatu yang nggak ada manfaatnya, itu tidak diperbolehkan dan sebaiknya segera dihentikan. Tetapi, apabila kita berangan-angan tentang kebaikan , misalnya karena tadi melihat nenek-nenek yang mengemis tapi karena kita juga gak punya uang jadi kepikiran terus deh dan kita pun mungkin akan bilang ‘ Ah,nanti saya akan rajin –rajin nabung biar kalo ada pengemis bisa diinfakin uangnya’. Nah, kalo itu diperbolehkan , asal kita juga benar-benar melakukan apa yang kita pikirkan. Jangan asal ngayal aja.. Gitu...

Tidak ada komentar: