Minggu, 28 November 2010

.coeur brise.

Ini hanya sebuah kekonyolan yang mungkin setiap orang pernah mengalaminya...









Setelah semuanya terjadi,,
aku bisa tertawa puas ... menertawakan diri sendiri
betapa konyolnya hal seperti ini...
hei,,pikiran yang jernih , bangunlah hati agar bangkit kembali...


*tunggu sebentar,,,aku perlu berbenah.. semua ini tidak mudah...

^jika kau seperti ini , kau akan semakin lemah..

*aku tahu, tapi biarkan aku rehat sejenak.. tidakkah kau lihat, badanku seperti tertusuk-tusuk

^itu hanya perasaanmu saja.. ayolah, ada banyak hal yang harus kita lakukan

*mudah sekali kau memerintahku seperti itu,,pahamilah sedikit saja

^ tidak bisa ! memahami itu hanyalah tugasmu... jika kau semakin lemah, aku pun tidak akan bisa berpikir dengan baik

* baiklah..tapi bantu aku mengobati luka ini

^ dengar hati ! hal seperti ini bukan hanya sekali dua kali kau alami, harusnya kau bisa semakin kuat,bahkan bisa mengobati luka-luka itu.. Tenanglah, ini hanya sementara, dan waktu yang akan menyembuhkan segalanya.. Sekarang bangkitlah ! Tidak ada waktu untuk meratapi kesedihan, pekerjaan kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia...

* hmm.. aku akan berusaha lebih dekat dengan Sang Pemilik, mungkin ini terjadi karena aku semakin jauh dariNya.. Baiklah, pikiran... aku akan berusaha netral dan tenang,, Kita harus bekerja sama dengan sebaik-baiknya... :')


....

Ukhti,,, Dia menjagamu dan lebih menyayangimu,,,
walaupun cara seperti ini menyakitkan bagimu
Bersabarlah... :))
Semua akan indah pada waktunya..




***

Sabtu, 13 November 2010

Memilih Sahabat


NASIHAT yang boleh diikuti dalam membina persahabatan ialah sebagaimana pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:

Pertama,

pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka mencukupi keperluan.

Kedua

pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka menghitung-hitungkan (menyebutnya) .

Ketiga,

pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai keburukan dirimu ia suka menutupinya.

Keempat,

pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu, dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

Kelima,

sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.

Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan bersama-sama sahabat yang mulia.

(sumber :milist)

Ketika...


Akhwat Jatuh Cinta?

Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...

Bukankah cinta adalah fitrah manusia ?

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta ?

Mereka juga punya hati dan rasa...


Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...

Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sebuah asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…

Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…



***