Sabtu, 23 April 2011

Rokok + Anak SMP = Annoying banget !

Di dalam angkot.

(*)Hhhffphh... ( tahan napas X( ... )

Wuuzzhhwuzzh... ( ngipas idung pake tangan..)

Huuhhh,hhhh..huufph. ( buang napas, ngambil udara pelan-pelan, tahan napas lagi...)

30 detik.... (*)

1,5 menit.... masih (*)

3 menit.... masih tetap (*)

HHAAH...GA KUAT ! ///eungap !!!! X(

Di depan saya ada beberapa anak SMP yang seenaknya ngerokok,asapnya langsung mengarah ke muka saya. Mereka ngerokok satu batang buat bareng-bareng. Sambil cekakak cekikik, ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa yang k**ar, satu batang rokok itu terus diestafetin sampai semua anak kebagian ngehisap. Saya yang duduk di depan dan di samping mereka, cuma bisa nutup idung,mau negur, boro-boro bisa ngomong, napas aja susah.. Hah,dasar anak-anak zaman sekarang banyak ulahnya !

Akhirnya, saya buru-buru turun dari angkot itu,dengan muka yang udah memerah dan pengen nangis ( cirembay ) gara-gara kelamaan tahan napas. Padahal jarak ke rumah masih jauh. Ya,tak apalah, yang penting paru-paru saya tetap sehat.

Kayaknya udah refleks, tiap ada orang yang ngerokok, saya selalu berusaha buat ngehindar. Lebih tepatnya ngehindarin asap rokok itu masuk ke idung. Jadinya ya sesak napas, sebenarnya sengaja ga mau napas. Saya ga rela zat-zat racun yang terkandung dalam asap rokok itu masuk ke idung, lewat tenggorongan saya, dan terdampar di paru-paru, lama-lama bisa mengendap, lalu mulai muncul penyakit-penyakit semisal kanker. Mengerikan. Respon saya memang lebay, tapi itu juga demi kesehatan tubuh saya..

**

Di halte sambil nunggu angkot.

Anak Smp : “ Mang , meser hiji !” (Mang, beli satu)

Pedagang : “ Meser naon , Jang ? Teu aya es na !” (Beli apa ? Ga ada es nya !)

Anak Smp : “ Ih,,Si Emang. Eta meser hiji !” ( itu beli satu ! ) sambil nunjuk bungkus rokok.

Pedagang : “ Muhun. Es batu na teu aya, se-ep !” (Iya, es batu nya ga ada, abis !) sambil senyum usil.

Anak Smp : “MESER ROKOK, MANG ! “ (beli rokok,Mang !) teriak, geregetan.

Pedagang : “ Hehe...sugan teh bade meser es. “ (Kirain mau beli es) sambil ngasih sebatang rokok.

Saya yang berdiri di dekat tokoh-tokoh dalam dialog itu cuma mesem2 nahan ketawa. Anak SMP (kira-kira kelas 7 atau 8, soalnya badan mereka kecil ) yang mau beli rokok ada beberapa orang, kayaknya cuma satu anak itu yang berani ngomong langsung ke pedagang rokoknya. Saya kira Si Emang tukang jual rokok itu sengaja ngajak becanda, bahkan kesannya meremehkan anak2 itu. Ya iyalah, anak kecil gitu, sok banget mau beli rokok, pantesnya emang beli es atau permen lollypop. Dan Si Emang itu juga sepertinya ga mau ngejual rokok sama anak-anak itu, tapi dengan berat hati , akhirnya dia kasih juga..pfuh..payah..

**

Beberapa hasil penelitian tentang ROKOK,

saya copas dari berbagai sumber.

Asap rokok mengandung 4000 bahan kimia!!!




75 Persen Asap Rokok Ditampung Perokok Pasif

YLKI menuliskan dengan amat jelas, para perokok pasif mengisap tar tiga kali lebih banyak, nikotin tiga kali lebih banyak, dan karbon monoksida lima kali lebih banyak daripada si perokok sendiri.

Dalam laporan WHO tahun 2007 bahkan disebutkan bahwa seorang perokok aktif membunuh 200 ribu orang perokok pasif dalam satu tahun. Sungguh angka fantastik yang sangat mengerikan. Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di Amerika Serikat.

Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia**

  1. China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
  2. India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  3. Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
  4. Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
  5. Amerika Serikat =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
  6. Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
  7. Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
  8. Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
  9. Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
  10. Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%

** Data dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang.

Statistik Perokok Indonesia***

Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja

  • Pria = 24.1% anak/remaja pria
  • Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
  • Atau 13.5% anak/remaja Indonesia

Statistik Perokok dari kalangan dewasa

  • Pria = 63% pria dewasa
  • Wanita = 4.5% wanita dewasa
  • atau 34 % perokok dewasa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 25% dari anak-anak Indonesia mulai usia 3 hingga 15 sudah mulai coba-coba merokok, dengan 3,2% dari mereka merupakan perokok aktif. Sementara, jumlah persentase anak usia 5-9 tahun yang sudah merokok meningkat dari 0,4% pada 2001 menjadi 2,8% pada 2004.

***